Betadine
Product Highlight

Tips Menggunakan Betadine yang Benar

Betadine yang merupakan barang wajib di dalam P3K bisa jadi penolong pertama ketika kamu atau orang disekelilingmu mengalami luka gores ringan. Terdapat beberapa jenis Betadine, mulai dari cairan, salep, stik hingga spray. Setiap jenis tentunya memiliki fungsi dan manfaat masing-masing ya, sehingga kamu jangan lupa untuk membaca aturan pakainya ya.

Untuk lebih memaksimalkan manfaat dari Betadine terdapat beberapa cara nih yang bisa kamu lakukan. Karena sama seperti obat luar pada umumnya, Betadine tentunya memiliki aturan pakai. Kamu hanya boleh menggunakannya 1-3 kali dalam sehari. Dan tentunya obat luar ini hanya bisa digunakan untuk orang dewasa atau anak diatas 2 tahun. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini tips menggunakan Betadine yang benar agar luka pada kulit cepat sembuh.

1. Bersihkan luka terlebih dahulu

Jika kamu mengalami luka gores ringan pada bagian luar, maka bergegaslah untuk membersihkannya dari kotoran yang menempel. Hal ini berfungsi untuk sterilisasi bagian kulit yang sedang terluka, agar kuman tidak masuk dan menginfeksi. Kamu bisa menggunakan alkohol atau membersihkan luka pada air yang mengalir. Jika sudah bersih, keringkan kulit yang terkena goresan dan aturlah posisi senyaman mungkin agar mudah untuk mengobati luka.

2. Gunakan Betadine sesuai anjuran

Ketika luka sudah bersih, kamu bisa menggunakan Betadine sebagai antiseptik untuk mencegah infeksi akibat kuman. Karena biasanya saat proses pembersihan, tidak terdapat jaminan 100% kuman hilang. Selain sebagai antiseptic, Betadine juga dapat merawat luka goresan kamu loh. Sehingga luka yang ada pada kulit akan kering secara perlahan. Oleh sebab itu, penggunaan antiseptic yang satu ini penting ketika kamu sedang terluka. Maka jangan sampai barang wajib di P3K ini terlupakan ketika kamu sedang melakukan perjalanan jauh atau traveling.

3. Tekan luka dengan kain

Jika luka goresan tersebut ternyata masih tetap mengeluarkan darah, tekanlah luka menggunakan kain bersih secara perlahan agar darah berhenti mengalir. Mintalah bantuan kepada orang di sekitarmu untuk melakukan hal tersebut jika kamu tidak mampu. Hal ini sangat penting loh, karena bisa jadi luka goresan tersebut bersifat dalam dan perlu ditangani lebih lanjut. Maka pastikan darah berhenti mengalir dari luka sebelum kamu memutuskan untuk beraktifitas kembali.

4. Perban dengan kain kasa

Ketika darah sudah berhenti, maka sangat disarankan untuk membungkus luka menggunakan kain kasa steril. Hal ini bertujuan agar luka pada kulit tidak terkontaminasi oleh kuman maupun bakteri yang bisa menimbulkan infeksi hingga masalah kesehatan yang serius. Tidak hanya itu saja, kamu juga akan lebih bebas dalam beraktivitas ketika luka goresan tersebut ditutup oleh kain kasa. Jika kamu melakukan metode ini, jangan lupa untuk mengganti kain kasa minimal setiap hari agar tidak lembab dan menimbulkan jamur atau bakteri. Selain itu, kamu juga bisa mengoleskan Betadine pada luka sesuai anjuran agar bisa memperbaiki kondisi luka kamu.

Ketika kamu terluka dan sudah mendapatkan pertolongan pertama, pastikan kamu melakukan perawatan dan terus memantau kondisi dari luka tersebut ya. Jika terjadi efek samping dari pemakaian Betadine seperti gatal-gatal, kulit terasa perih, ruam, atau bahkan terjadinya pembengkakan segera berkonsultasi pada dokter. Hal ini wajib kamu lakukan agar tidak memperburuk luka yang sedang kamu alami ya. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan mengkonsumsi makanan bergizi agar luka pada kulit cepat membaik.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *